Politik

Senin, 21 Oktober 2019 - 02:36 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Viktor Madur (Ist)

Viktor Madur (Ist)

Pengamat Nilai Viktor Sedang ‘Main Aman’ di Pilkada Manggarai

Floreseditorial.com, Ruteng – Selang beberapa saat usai pendaftaran dibuka oleh partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Manggarai beberapa waktu lalu, DPW partai NasDem NTT menggumumkan akan akan kembali mengusung paket Deno-Madur jilid 2 pada Pilkada Manggarai tahun 2020 mendatang.

Atas keputusan DPW Partai NasDem ini, beberapa pihak beranggapan bahwa koalisi tersebut sedang dipaksakan, mengingat sebagian besar keluarga Viktor Madur menginginkan agar Viktor maju sebagai calon bupati Kabupaten Manggarai.

Namun beberapa pihak lain berpandangan bahwa keputusan tersebut adalah keputusan tepat partai NasDem dan Viktor Madur untuk ‘bermain’ aman dalam pilkada 2020 di kabupaten Manggarai.

Kepada awak media di Ruteng beberapa waktu lalu, perwakilan pihak keluarga Viktor Madur yang mengklaim memiliki massa pendukung yang tersebar di 26 Gendang di seluruh Kabupaten Manggarai menolak keras jika Madur maju hanya sebagai orang nomor dua dengan berbagai macam pertimbangan.

Mereka mendesak agar Viktor tetap diusung menjadi calon Bupati Manggarai di Pilkada Manggarai yang akan digelar tahun depan itu.

Disisi lain beberapa politisi kaliber internal partai Nasdem menginginkan agar Viktor maju menjadi calon Bupati Manggarai, misalnya saja anggota DPRD provinsi NTT Freddy Mui yang beberapa waktu lalu secara gamblang menyampaikan pada media agar Viktor maju menjadi Bupati Manggarai, bahkan Ia menginginkan agar Viktor didampingi oleh Heribertus GL Nabit sebagai calon wakil Bupati Manggarai.

Bukan cuma Freddy Mui, politisi papan atas Partai NasDem sekaligus sekretaris jenderal partai tersebut Joni Plate pernah menyampaikan kepada media bahwa partainya akan mengusung sendiri calon Bupati Manggarai pada Pilkada 2020 mendatang.

Hal ini disampaikan Joni ketika mengikuti reses di Kabupaten Manggarai Timur beberapa bulan silam. Ia secara tegas menyatakan bahwa partainya akan mengusung sendiri calon Bupati pada Pilkada 2020 di Kabupaten Manggarai.

Sebagai kader partai NasDem Victor tentunya harus tunduk pada keputusan DPW yang menginginkan agar dirinya kembali menjadi wakil bupati Kabupaten Manggarai mendampingi Deno kamelus sebagai calon Bupati Manggarai, meski nampaknya keputusan ini bersebrangan dengan kehendak Viktor yang beberapa waktu lalu telah menyatakan diri Maju sebagai calon Bupati Manggarai.

Menjawab pertanyaan media ini Victor madur membenarkan perihal keputusan dewan pimpinan wilayah Partai Nasdem yang mengusung dirinya untuk menjadi calon wakil Bupati Manggarai mendampingi Deno kamelus.

“Ini keputusan DPW Partai NasDem provinsi NTT,” Kata Viktor pada Floreseditorial.com, Minggu (20/10/209).

Pengamat Politik dari Universitas Muhammadyah Kupang, Dr. Ahmad Atang menilai Pilihan Viktor Madur untuk maju menjadi wakil bupati adalah pilihan yang tepat untuk Main aman di Pilkada Manggarai 2020 Mendatang.

“Menjadi bupati atau wakil bupati mendampingi Bupati Deno Kamilus pada pilkada mendatang menjadi hak politik yang bersangkutan. Namun dalam politik partisipasif sekarang ini seseorang yang ingin maju dalam kontestasi tersebut paling tidak memiliki modal politik, modal sosial dan modal finansial,” kata Ahmad Atang, Senin (21/10).

Modal politik, ujar Dosen Muhammadiyah Kupang itu, adalah dimana seorang calon harus memastikan dengan partai apa yang menjadi kendaraan politik.

“Viktor Madur secara politik telah diakomodir melalui NasDem namun bukan sebagai calon bupati namun sebagai wakil. Jika yang bersangkutan harus maju sebagai bupati maka akan mencari partai lain sebagai kendaraan politik,” tandasnya.

Modal sosial, kata Atang, menggambarkan dukungan masyarakat yang menjadi basis utama, baik basis kultural maupun struktural. Jika keluarga menginginkan yang bersangkutan maju sebagai calon bupati maka secara riil dapat diyakini jika basis politik telah dipetakan. Sedang modal finansial harus dimiliki oleh seorang calon karena kost politik relatif mahal, maka seorang calon mesti mempersiapkan modal ini secukupnya.

Melihat realitas ini, Atang menjelaskan bahwa lebih baik maju sebagai wakil dengan jaminan dukungan partai NasDem dibandingkan harus mencari kendaraan baru yang belum tentu dapat.

“Karena itu dukungan keluarga penting namun yang lebih penting adalah modal politik partai. Kalau mau cari aman mestinya jadi wakil dulu, boleh jadi nasibnya akan sama dengan deno yang dua kali jadi wakil dan berikutnya jadi bupati” tukas Atang.

Laporan : Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 59 kali

Baca Lainnya
x